
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melepas 22 pegawai yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat di Home Theater, Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan pada Selasa, 14 April 2026 ini, menjadi momentum penguatan fondasi spiritual bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus "Rumah Para Juara".
Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan dalam arahannya menekankan bahwa ibadah haji adalah panggilan suci yang melampaui kemampuan finansial maupun fisik personal. Menurutnya, pemantapan spiritual di tanah suci memiliki korelasi positif terhadap performa kerja di masa depan.
"Ibadah haji esensinya adalah fase perjalanan spiritual. Saya meyakini, spiritualitas yang matang akan menjadi fondasi penting dalam bekerja. Pegawai yang hatinya tenang dan spiritualnya terjaga, pasti kinerjanya akan lebih berintegritas, tulus, dan selalu berorientasi pada kemaslahatan," ujarnya.

www.unesa.ac.id
Ia juga berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan dengan saksama dan fokus pada kekhusyukan ibadah. "Prioritaskan rukun dan wajib haji. Jangan memaksakan diri jika lelah, dan manfaatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT," tambahnya.
Wakil Rektor II Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Bachtiar Sjaiful Bachri menitipkan harapan agar para jemaah mendoakan yang terbaik untuk Unesa di tempat-tempat mustajabah.
"Kami mohon Bapak/Ibu mendoakan agar Unesa senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, dan kelancaran dalam mewujudkan visi besar universitas yang berdampak bagi masyarakat," harapnya.
Setelah penantian belasan tahun, rasa haru terpancar dari wajah Prof. Najlatun Naqiyah satu calon jemaah yang telah menanti antrean sejak tahun 2012.

www.unesa.ac.id
"Alhamdulillah, setelah 14 tahun menunggu, panggilan itu datang. Dukungan dan izin dari pimpinan Unesa membuat kami bisa berangkat dengan hati yang tenang," ungkapnya.
Dalam tausiyahnya, Khoirul Anwar menjelaskan bahwa esensi haji mabrur adalah perubahan perilaku menjadi lebih baik sekembalinya ke tanah air.
Hal ini memperkuat gagasan bahwa haji adalah sarana "revolusi mental" bagi pegawai agar kembali dengan semangat pengabdian yang lebih baru dan bersih.
Acara yang dihadiri seluruh unsur dan jajaran pimpinan ini diakhiri dengan penyerahan baju ihram secara simbolis dan doa bersama. Kegiatan ini menegaskan komitmen Unesa bahwa kesejahteraan pegawai tidak hanya diukur secara material, tetapi juga melalui dukungan penuh terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual civitas. ][
***
Reporter: Azam Mudzaky (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: