Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Mangrove Jadi Benteng Pesisir, Upaya Unesa Perkuat Ketahanan Iklim Diapresiasi Gubernur Jatim

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id., SURABAYA—Abrasi pantai, intrusi air laut, dan perubahan iklim menjadi ancaman yang semakin nyata bagi kawasan pesisir. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengembangkan program mitigasi bencana berbasis ekosistem melalui pelestarian mangrove sebagai upaya memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus melindungi masyarakat pesisir.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam Festival Mangrove ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Tuban, Rabu, 29 Juli 2026. Penghargaan diberikan kepada Subdirektorat Mitigasi Crisis Center (SMCC) Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (DPPIS) Unesa sebagai pelaksana program Ecosystem-Based Disaster Risk Reduction.

Direktur DPPIS Unesa, Mutimmatul Faidah, menjelaskan bahwa pelestarian mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana berbasis alam yang memberikan manfaat langsung bagi kawasan pesisir.

"Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi risiko abrasi pantai, menahan intrusi air laut, menjaga kualitas ekosistem pesisir, menyerap emisi karbon, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim," ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga sejalan dengan komitmen Unesa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.

Kasubdit SMCC, Wiryo Nuryono, menambahkan bahwa keberadaan mangrove memiliki fungsi penting sebagai benteng alami kawasan pesisir. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, mangrove juga membantu mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam permukiman maupun mata pencaharian masyarakat pesisir.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Unesa untuk terus menghadirkan inovasi dan aksi nyata dalam pengurangan risiko bencana berbasis lingkungan," katanya.

Senada dengan itu, Kasie Kebencanaan DPPIS Unesa, Aghus Shifaq, menilai pelestarian mangrove merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, edukasi kebencanaan dan konservasi lingkungan perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki kesadaran sekaligus kemampuan menghadapi berbagai risiko akibat perubahan iklim.

Penghargaan yang diterima Unesa dalam Festival Mangrove ke-10 menjadi pengakuan atas upaya tersebut. Namun bagi Unesa, yang terpenting bukanlah penghargaan itu sendiri, melainkan semakin kuatnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjaga ekosistem pesisir, mengurangi risiko bencana, dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.][

***

Penulis: Puput

Editor: @zam*

Foto: Tim DPPIS Unesa