
Unesa.ac.id., SURABAYA –Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan menjadi salah satu tantangan bagi penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Pada kondisi hiperglikemia yang berlangsung dalam jangka panjang, sensitivitas terhadap rasa manis dapat menurun sehingga penderita berpotensi memilih makanan atau minuman dengan tingkat kemanisan lebih tinggi.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) mengembangkan Mindful Sweetness Therapy (MST) sebagai pendekatan edukatif untuk membantu penderita DMT2 mengenali rasa manis sekaligus membangun kesadaran dalam mengatur konsumsi gula.
Padukan Kesadaran Makan dan Sensitivitas Rasa
Program tersebut berbasia riset yang dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2026 di wilayah kerja Puskesmas Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dilakukan melalui sejumlah tahapan yang dirancang untuk membantu peserta memahami hubungan antara persepsi rasa manis dan kebiasaan konsumsi makanan.
Ketua tim PKM RSH, Zahrotun Nisa, mahasiswa Prodi Gizi, bersama anggota Iqlima Intifada Aulia Nur Faiza dan Nayla Salzabil Oktavia dari prodi Gizi dan Ahmad Marwah Ibrahim dan Annisa Azkiya Dharma Nabila dari Psikologi, mengembangkan MST di bawah bimbingan Noor Rohmah Mayasari.

Anggota tim, Nayla Salzabil Oktavia, menjelaskan bahwa pengelolaan diabetes tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Perubahan perilaku makan yang dilakukan secara konsisten juga menjadi bagian penting dalam membantu penderita mengendalikan konsumsi gula.
“Pengelolaan diabetes tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga bagaimana penderita dapat membangun kebiasaan makan yang lebih sehat dan dilakukan secara konsisten,” jelas Nayla.
Pelaksanaan penelitian diawali dengan pengukuran sensitivitas persepsi rasa manis pada peserta. Tim juga mengidentifikasi kebiasaan peserta dalam mengonsumsi makanan dan gula sebagai gambaran awal sebelum mengikuti program.
Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai DMT2, pembatasan konsumsi gula, serta pentingnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Peserta kemudian mengikuti praktik mindful eating dan latihan sensitivitas persepsi rasa manis secara bertahap.
Pendampingan dilakukan menggunakan modul edukasi dan modul habituasi. Melalui modul tersebut, peserta diarahkan untuk mengenali rasa makanan, memperhatikan pengalaman ketika makan, serta mempertimbangkan pilihan makanan yang lebih sehat.
Tim merancang program agar perubahan perilaku tidak berhenti selama penelitian berlangsung. Masyarakat didorong untuk menerapkan kebiasaan tersebut secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Dorong Perubahan Kebiasaan Secara Bertahap

Melalui MST, tim berharap peserta dapat meningkatkan kesadaran ketika memilih dan mengonsumsi makanan. Kesadaran tersebut diharapkan membantu penderita mengontrol konsumsi makanan dan minuman manis secara lebih baik.
“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penderita DMT2 melalui perubahan perilaku makan yang dilakukan secara sadar dan bertahap,” ujarnya.
Dosen pembimbing, Noor Rohmah Mayasari, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara langsung dengan mendatangi peserta dari rumah ke rumah (door to door). Pendekatan tersebut dilakukan agar edukasi dan pembiasaan dapat diberikan secara lebih intensif sesuai kondisi peserta.
“Intervensi dilakukan secara langsung kepada masyarakat melalui edukasi dan pembiasaan. Tim mendatangi setiap satu minggu sekali sehingga proses pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Prambon, Kabupaten Sidoarjo, dengan menyasar masyarakat di empat desa, yakni Simogirang, Watutulis, Wonoplintahan, dan Jati Alun-Alun.
Niswatin, salah satu warga Jati Alun-alun, mengungkapkan senang dengan pendampingan yang dilakukan mahasiswa Unesa secara langsung ke rumah. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengetahuan mengenai makanan yang diperbolehkan dan perlu dihindari oleh penderita diabetes.
“Saya jadi lebih tahu makanan yang baik dan tidak dianjurkan untuk penderita diabetes, sehingga bisa menjaga pola makan dengan lebih baik,” ujarnya.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq
Editor: @zam*
Foto: Tim PKM-RSH Unesa






