
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Empat mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tengah menempuh Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 19 Surabaya menginisiasi inovasi pembelajaran berbasis gamifikasi bernama Proyek “GeoFAN”.
Tim yang diketuai Aina Nur Rohmatin, serta beranggotakan Syifa Salsabila Zahro, Alvin Aulia Al Ahya, dan Aditya Ardhana ini merancang sebuah proyek akademis interaktif untuk memudahkan pemahaman siswa, khususnya siswa inklusi, dalam menguasai materi Dinamika Atmosfer selama periode PLP dari 09 Februari hingga 19 Juni 2026.
Proses perancangan dan pengerjaan proyek ini memakan waktu sekitar satu bulan dua minggu sejak awal April hingga pertengahan Mei 2026, yang kemudian diimplementasikan secara langsung pada 22 Mei 2026 di kelas X-12 SMAN 19 Surabaya.
Proyek Geography Fun an Action (GeoFAN) dirancang melalui alur permainan yang terstruktur untuk menguji ketajaman berpikir kognitif sekaligus memori visual-spasial siswa. Kompetisi ini dikemas dalam tiga babak utama, yaitu babak eliminasi cerdas cermat, shuffle and recall, dan grand final.
Ketua Tim PLP Geografi Unesa, Aina Nur Rohmatin menuturkan bahwa esensi dari proyek ini adalah menghadirkan kesetaraan di ruang kelas.
Proyek GeoFAN dirancang secara untuk seluruh siswa general jenjang kelas 10 guna menjembatani materi Geografi teoretis ke dalam aksi nyata, sekaligus secara adaptif memudahkan siswa inklusi melalui gamifikasi.

www.unesa.ac.id
Proyek ini dapat memantik ketajaman berpikir siswa reguler sekaligus meruntuhkan hambatan belajar bagi siswa inklusi lewat metode yang visual dan menyenangkan, sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang kompetitif, setara, dan inklusif.
Berdasarkan pengamatan langsung serta analisis data pra-ujian (pretest) dan pasca-ujian (post-test), implementasi proyek GeoFAN mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada diri siswa terkait materi Dinamika Atmosfer.
Selama pengerjaan proyek, tidak ditemukan adanya siswa yang pasif karena seluruh siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (inklusi) di dalam kelas tersebut, menunjukkan kontribusi yang aktif, kolaboratif, enjoy, penuh tanggung jawab, serta memiliki rasa percaya diri dalam menyelesaikan tantangan bersama kelompok mereka.
Dampak nyata ini dirasakan langsung oleh Indah, salah satu siswi inklusi di kelas X-12, yang mengaku bahwa metode ini berhasil mengubah pandangannya terhadap materi geografi yang semula rumit. “Gamenya seru dan mudah dipahami,” ucapnya.
Karya mahasiswa tersebut diapresiasi pihak sekolah. Guru Pamong Geografi SMAN 19 Surabaya, Rizaldy Rizky Pratama menilai bahwa mini-project yang diusung oleh para mahasiswa PLP Unesa itu merepresentasikan tingkat kreativitas dan kematangan pemahaman instruksional yang sangat baik.
Menurutnya, mahasiswa PLP tidak hanya memindahkan soal ke dalam game, tetapi benar-benar merancang skenario petualangan akademik yang terstruktur untuk menguasai materi Dinamika Atmosfer yang cukup padat.
“Sehingga dalam prosesnya, murid ikut terlibat dalam menyusun pemahaman kognitif secara kontekstual dan ada tantangan yang menjadikan proses belajar menjadi lebih menyenangkan,” ucapnya. ][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: