
Unesa.ac.id., SURABAYA— Upaya pelestarian budaya dan penguatan kreativitas siswa sekolah dasar menjadi fokus utama mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 2025 di Kelurahan Plaosan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan pada periode September – Desember 2025.
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian besar adalah pelatihan batik jumputan (ikat celup) untuk siswa SDN Plaosan 4. Program ini diinisiasi tim KKN yang berjumlah 15 mahasiswa lintas prodi di bawah koordinasi Luthfi Ziyyul Haq, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).
Menurut Luthfi, batik jumputan dipilih sebagai program utama karena belum pernah diterapkan di sekolah tersebut. Selain itu, kegiatan seni budaya ini sangat relevan untuk memperkuat kreativitas sekaligus memperkenalkan warisan budaya Indonesia sejak usia dini.
“Kami melihat bahwa kegiatan berbasis seni budaya, khususnya batik jumputan, belum pernah ada sebelumnya di SDN Plaosan 4. Padahal teknik ini sangat aman, sederhana, dan menyenangkan untuk siswa SD. Kami ingin memberikan pengalaman belajar baru yang kreatif sekaligus memperkenalkan budaya bangsa,” ungkapnya.
Program dimulai dengan sosialisasi mengenai sejarah, teknik, dan alat yang digunakan dalam batik jumputan. Tim juga menunjukkan secara langsung bahan-bahan yang digunakan seperti kain katun, pewarna tekstil, karet gelang, benang, hingga kelereng untuk membentuk motif.
Setelah memahami konsep dasar, siswa kelas III hingga VI mengikuti praktik langsung mulai dari mengikat kain, mencampur warna, mencelupkan kain, hingga mengeringkan hasil karya. Sementara itu siswa kelas I dan II dilibatkan melalui kegiatan observasi dan mengamati pembuatan untuk memastikan keamanan dan kesesuaian dengan usia.
Selama praktik, antusiasme siswa begitu tinggi. Mereka saling membantu, tertawa, dan bangga melihat hasil motif yang muncul dari ikatan kain yang telah mereka buat. Salah satu siswi, Marcella Eka Nurmawati, kelas VI, mengungkapkan kesenangannya mendapatkan pengalaman membatik untuk pertama kalinya.

“Aku tadi seneng banget, kak. Soalnya baru pertama kali bikin batik sendiri. Pas kainnya dibuka dan motifnya muncul, aku kaget karena bagus. Seru banget, aku mau bikin lagi kalau ada kesempatan,” ujarnya penuh antusias.
Selain program batik jumputan, tim KKN juga menjalankan program keselamatan jalan berupa pemasangan reflektor di titik rawan kecelakaan. Lokasi yang dipilih berada di perbatasan RT 32 dan RT 31, sebuah area dengan kondisi jalan menurun dan minim penerangan sehingga kerap dikeluhkan warga karena sangat gelap pada malam hari.
Ketua RT 32, Suyatno, menuturkan bahwa masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Ia mengungkapkan bahwa sebelum reflektor dipasang, pengendara sering kesulitan melihat jalur aman, terutama saat melintas pada malam hari.
“Setelah dipasang reflektor, jalan jadi lebih kelihatan kalau kena lampu kendaraan. Warga merasa lebih aman dan nyaman waktu lewat situ, terutama malam hari,” jelasnya.
Tim KKN-T Unesa juga menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ecoprint bagi ibu-ibu PKK. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis kerajinan lokal. Di bidang kesehatan, tim KKN menghadirkan inovasi pangan bergizi melalui pembuatan puding labu kabocha sebagai alternatif camilan sehat di posyandu.
Luthfi berharap seluruh program KKN-T Unesa dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi warga Plaosan. “Kami ingin keterampilan seperti batik jumputan dan ecoprint bisa terus dipraktikkan, reflektor membantu keselamatan warga, dan inovasi gizi di posyandu menjadi kebiasaan sehat bagi anak-anak,” imbuhnya. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim KKN Unesa






