Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Kolaborasi Tim Unesa dan Petani Banjarsari: Kelola Pertanian Berbasis Teknologi IoT

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Mengelola pertanian tidak lagi hanya bergantung pada tenaga manusia dan kondisi alam. Di Desa Banjarsari, teknologi mulai digunakan untuk membantu petani memantau kondisi lahan, mengendalikan hama, hingga mengelola tanaman hidroponik secara lebih terukur.

Perubahan cara tersebut didorong Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PKM) 2026. Teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya diterapkan pada dua sektor pertanian Desa Banjarsari, yakni tanaman padi dan hidroponik melon.

Program bertajuk “Transformasi Desa Cerdas: Implementasi Teknologi IoT dan Solar Cell pada Komoditas Padi dan Hidroponik untuk Ketahanan Pangan Desa Binaan Banjarsari” tersebut didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek) melalui skema Diktisaintek Berdampak.

Program melibatkan akademisi Unesa, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, kelompok tani, serta pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banjarsari.

Teknologi Pengendali Hama

Pada lahan pertanian padi, tim yang dipimpin Pakar Antena dan Propagasi Unesa, Nurhayati, memasang sistem otomatis untuk membantu mengendalikan hama burung dan tikus.

Selain itu, perangkat pemantauan kondisi mikroklimat lahan digunakan untuk mengetahui kondisi lingkungan pertanian. Sistem tersebut memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi sehingga dapat beroperasi secara mandiri tanpa menambah beban penggunaan listrik masyarakat.

Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu petani mengelola lahan dengan informasi yang lebih terukur sekaligus mengurangi risiko gangguan hama terhadap tanaman.

“Selain menghemat biaya operasional, keandalan alat ini dapat meminimalkan risiko gagal panen akibat hama serta meningkatkan kualitas hasil panen melon premium BUMDes,” ujar Nurhayati.

Pemantauan Hidroponik secara Real-Time

Penerapan teknologi juga dilakukan pada sektor hidroponik melon yang dikelola BUMDes Desa Banjarsari.

Tim menghadirkan teknologi greenhouse dengan sistem pemantauan berbasis IoT. Perangkat tersebut digunakan untuk memantau tingkat keasaman atau pH air dan kadar nutrisi tanaman secara otomatis dan real-time.

Panel surya digunakan sebagai sumber daya bagi sensor dan transmisi data sehingga sistem dapat mendukung pemantauan pertanian sepanjang hari. Dengan sistem tersebut, pengelolaan hidroponik tidak hanya mengandalkan pengamatan manual, tetapi didukung data yang dapat dipantau secara berkelanjutan.

Program tersebut didukung tim yang terdiri atas Dosen D4 Teknik Mesin Unesa Firman Yasa Utama, Dosen S-1 Teknik Elektro Unesa Nur Kholis, serta Elly Indahwati dari Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng.

Kolaborasi lintas bidang dan lembaga tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan pertanian desa melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi bersih. ][

***

Penulis: Puput

Editor: @zam*

Foto: Tim Pakar Unesa