
Unesa.ac.id, SURABAYA—Empat belas mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), membawa tari, gamelan, dan bahasa Jawa ke ruang interaksi budaya lintas negara melalui Cakramala 2026 KKNT Internasional di Johor, Malaysia.
Selama mengikuti program pada September 2026, mahasiswa tidak hanya mempersiapkan penampilan untuk Festival Bulan Mengambang di Kuala Lumpur pada 11–16 September, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan komunitas seni di Keraton Mbah Anang, Semerah, Johor.
Latihan tari dan gamelan yang mereka lakukan berkembang menjadi ruang pengenalan budaya Indonesia bagi pengunjung dari berbagai negara. Perwakilan mahasiswa, Tata Miftakhul Arif Yudianto, mengatakan persiapan utama mereka di Johor adalah menyempurnakan penampilan tiga tarian khas Indonesia, yakni tari remo, tari bedhaya, dan tari gambyong pareanom.
“Selama satu minggu di Johor, kami melakukan latihan secara intensif. Latihan ini untuk merapikan kembali persiapan dari kampus agar saat tampil di Kuala Lumpur nanti bisa memberikan penampilan terbaik,” ujar Tata.
Dalam proses latihan bersama komunitas seni di Keraton Mbah Anang, mahasiswa juga memperkenalkan cara memainkan gamelan, gerakan tari tradisional, hingga cerita di balik kesenian yang mereka bawakan. Pengunjung dari Jepang, Korea Selatan, dan Singapura turut berinteraksi dan mengenal budaya Indonesia melalui kegiatan tersebut.
Pengalaman lintas budaya juga berlangsung melalui program pengenalan bahasa Jawa. Para mahasiswa ‘sharing’ mengenai kosakata, penggunaan bahasa, dan konteks budaya Jawa kepada masyarakat sekitar, termasuk mengenalkan kembali penggunaan bahasa Jawa secara tepat di tengah masyarakat keturunan Jawa di Malaysia.
“Di sini memang banyak keturunan Jawa, tetapi kami mencoba mengenalkan kembali bagaimana bahasa Jawa digunakan dengan lebih tepat, baik dari penggunaan kata maupun konteksnya,” tuturnya.

Pertukaran budaya tersebut berlanjut melalui kolaborasi dengan komunitas asal Singapura yang memiliki latar belakang budaya Jawa. Enam anggota komunitas akan bergabung sebagai penari, pengrawit, dan pendamping dalam penampilan mahasiswa Unesa di Festival Bulan Mengambang, bersama peserta dari sejumlah negara seperti Singapura dan Thailand.
Bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas. Mereka belajar menyesuaikan pola latihan, membagi peran, berkomunikasi dengan komunitas dari negara lain, sekaligus menggunakan seni dan bahasa sebagai sarana memperkenalkan identitas budaya Indonesia di lingkungan internasional.
Melalui Cakramala 2026 KKNT Internasional Johor, mahasiswa Unesa membawa budaya Jawa ke ruang yang lebih luas. Tari, gamelan, dan bahasa menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas Indonesia serta membangun hubungan budaya antarnegara.
Adapun 14 mahasiswa peserta Cakramala 2026 KKNT Internasional Johor, Malaysia dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unesa terdiri atas Reni Yulihandayani, Amelia Pramesthi, Helga Juan A., dan Nadia Larasati W.D., dan Zakiyyatun Nailah.
Lalu ada Tata Miftakhul Arif Yudianto, Mohammad Rafli Aditya, Dai Asrul Khoir, Syandi Fathih R., Aldiano Dafi Pratama, Hsueh Jousen Yananda, Anggara Rainer Sachio, Muhammad Febry Khairiyan, dan Moh Artha Nugraha Putra. [ ]
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Dok: Tim KKNT Internasional Unesa di Malaysia






