Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Keperluan Kelulusan, Beasiswa, dan Karier, Unesa Bekali Kemampuan TEP Mahasiswa Sejak Awal Studi

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiapkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sejak awal masa studi melalui fasilitasi Test of English Proficiency (TEP) pertama secara gratis bagi mahasiswa baru. Fasilitasi tersebut diberikan kepada mahasiswa baru jenjang S1, S2, dan S3 sebagai bagian dari persiapan memenuhi persyaratan akademik hingga kebutuhan setelah lulus.

Pelaksanaan TEP 2026 berlangsung Senin, 14 September 2026 di Auditorium Lantai 9 LPSP Unesa. Sebelum tes dimulai, Direktur Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pendidikan Unesa, Rooselyna Ekawati, yang mewakili bidang 1 menjelaskan bahwa TEP menjadi salah satu syarat untuk mengambil ijazah. Selain itu juga penting untuk beasiswa dan karier mahasiswa.  

Ia berharap mahasiswa dapat mengetahui target kemampuan yang harus dicapai sejak awal dan menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. “Harapannya mahasiswa bisa lulus tepat waktu dan memperoleh skor TEP yang sesuai minimal 527 untuk prodi Sastra Inggris dan 427 untuk prodi non-sastra Inggris,” ucap guru besar FMIPA tersebut.

Kepala Pusat Bahasa Unesa, Lutfi Saksono, menjelaskan pelaksanaan TEP tahun 2026 tetap dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk mahasiswa pascasarjana, tes dilaksanakan secara daring, sedangkan pelaksanaan luring terbagi dalam tiga sesi dengan kapasitas 250 peserta per sesi.

Sejak awal pelaksanaan, akses TEP juga disiapkan dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa disabilitas. Pusat Bahasa Unesa berkoordinasi dengan Pusat Disabilitas Unesa untuk memetakan kebutuhan peserta, termasuk kebutuhan pendamping maupun penyesuaian pada bagian tertentu dalam tes.

“Koordinasi dengan pusat disabilitas agar bisa mengetahui kebutuhan mereka apa saja. Misalnya ada yang membutuhkan pendamping dan teman tuli tidak perlu mengikuti tes listening,” ujarnya.

Menurut Lutfi, sertifikat TEP memiliki manfaat yang dapat digunakan mahasiswa selama masa studi hingga setelah lulus. Sejumlah program beasiswa mensyaratkan skor tertentu, sementara sertifikat juga dapat digunakan untuk kebutuhan melamar pekerjaan. Sertifikat tersebut memiliki masa berlaku hingga dua tahun setelah mahasiswa lulus dari Unesa.

“Sertifikat ini manfaatnya besar ya dan berbeda beda. Ada beasiswa yang mensyaratkan tes dengan skor tertentu dan ada juga yang menggunakan untuk melamar pekerjaan. Jadi sertifikat ini dibutuhkan mahasiswa semenjak merekan menjadi mahasiswa hingga lulus, dengan batasan masa berlaku hingga duat tahun setelah lulus dari Unesa,” ucapnya.

Bagi mahasiswa, TEP juga menjadi pengalaman untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris secara langsung. Hafeeza Nailah Hail dan Muhammad Rayhan, mahasiswa Sastra Inggris, mengaku bagian listening menjadi salah satu tantangan karena peserta perlu menangkap percakapan secara detail dan memahami aksen yang digunakan.

“Peserta harus mendengarkan dengan detail dan kebanyakan mereka menggunakan aksen jadi agak kurang kedengaran namun saya masih bisa mengerti aksen dan alur pembicaraan nya seperti apa,” ucap Rayhan.

Fasilitasi TEP sejak mahasiswa baru membuat kebutuhan kemampuan bahasa Inggris tidak ditempatkan hanya sebagai persyaratan menjelang akhir studi. Mahasiswa memiliki kesempatan mengenali standar kemampuan yang harus dicapai lebih awal, sekaligus mempersiapkan diri untuk kebutuhan akademik dan peluang yang dapat muncul selama hingga setelah menyelesaikan pendidikan di Unesa. ][

***

Reporter: Aldian Lukmanul Hakim (Fisipol)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa