
Unesa.ac.id. SURABAYA— Prestasi olahraga tidak lagi cukup diukur dari seberapa tinggi capaian atlet di arena. Keberlanjutan performa membutuhkan pendekatan yang mengintegrasikan latihan, kesehatan, nutrisi, teknologi, pencegahan cedera, hingga kesejahteraan atlet. Itulah yang ditekankan dalam The 7th International Seminar of Sport and Exercise Science (ISSES) yang digelar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada Rabu (2/9/2026).
Mengusung tema “Integrative Sport Medicine and Sciences for Sustainable Human Performance and Well-Being”, seminar yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung U1 FIKK Unesa tersebut mempertemukan akademisi dan praktisi olahraga dari dalam maupun luar negeri.
Pembahasan mencakup kedokteran olahraga, fisiologi kinerja, gizi olahraga, psikologi dan kesehatan mental atlet, teknologi olahraga, pencegahan cedera, olahraga inklusif, hingga pengembangan atlet secara berkelanjutan.
Ketua Pelaksana ISSES, Bayu Ristiawan mengatakan, forum tersebut diarahkan sebagai ruang berbagi perkembangan ilmu, sekaligus untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam pengembangan olahraga.

ISSES tahun ini hadir sebagai ruang kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu. Harapannya, forum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi teori, tetapi juga melahirkan gagasan nyata untuk pengembangan ilmu keolahragaan yang menyeluruh.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah narsumber dalam dan luar negeri.
- Toho Cholik Mutohir, Direktur Ilmu Olahraga KONI Jawa Timur membahas olahraga tempur sebagai pendekatan praktis dalam membangun sistem pembinaan prestasi di tingkat daerah.
- Raja Mohammed Firhad Bin Raja Azidin, guru besar Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia membahas pemanfaatan data dan teknologi untuk memantau beban latihan atlet elite sehingga strategi latihan dapat disusun lebih presisi dan berbasis bukti.
- Cheng-Feng Lin, guru besar National Cheng Kung University, membahas analisis gerakan tubuh untuk mendeteksi risiko cedera pergelangan kaki dan hamstring serta penyusunan program pencegahannya.
- Eef Hogervorst, guru besar Loughborough University mengangkat dampak olahraga kontak fisik terhadap kesehatan otak dan pentingnya pemantauan jangka panjang pada atlet.
- Marco Mensink, guru besar Wageningen University & Research yang menjelaskan peran nutrisi dalam mendukung proses pemulihan atlet setelah cedera.

Selain kegiatan seminar, ISSES ke-7 juga memberi ruang bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk mempresentasikan hasil penelitian dan kajian. Dari proses seleksi, terpilih 38 penulis yang mempresentasikan karya mereka dalam sesi paralel. Karya-karya terbaik nantinya akan diterbitkan dalam jurnal terindeks Sinta dan Scopus.
Wakil Rektor Bidang IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko mengatakan tema yang diangkat relevan dengan kebutuhan pengembangan olahraga saat ini. Seminar internasional seperti ini mempertemukan riset dan inovasi dari berbagai pakar dalam dan luar negeri untuk mendorong percepatan pengembangan olahraga dan kesehatan yang berdampak.
“Kegiatan ini mempertegas posisi Unesa dalam peta ilmu pengetahuan global. Tema kedokteran olahraga terintegrasi sangat relevan dengan kebutuhan masa kini, di mana prestasi tidak bisa dipisahkan dari kesehatan dan kesejahteraan yang utuh. Semoga kolaborasi ini menjadi benih kerja sama berkelanjutan yang membawa manfaat bagi dunia olahraga, baik di Indonesia maupun dunia,” tuturnya. ][
***
Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






