
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Dalam rangka menjaga kebugaran dan mempererat kebersamaan civitas academica, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar turnamen petanque pada Jumat, 10 April 2026 di Lapangan Petanque FIKK, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.
Turnamen yang diselenggarakan oleh UKM Petanque Unesa ini diikuti dosen, tenaga kependidikan (tendik), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unesa, serta perwakilan unit kerja di lingkungan Unesa, dengan mempertandingkan tiga nomor, yakni Double Open, Triple Open, dan Double DWP.
Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan menyampaikan bahwa olahraga petanque merupakan aktivitas sederhana yang mampu menjaga kebugaran tubuh di tengah gaya hidup modern yang minim gerak.
Ia menambahkan, turnamen ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kekompakan antar-civitas. Menurutnya, kerja sama tim yang terbangun dalam olahraga ini menjadi nilai penting yang diharapkan dapat berdampak pada kinerja di lingkungan kerja.

www.unesa.ac.id
“Ini bagian dari upaya kita menjaga kebugaran melalui olahraga yang sederhana, murah, meriah, dan tetap keren. Ada teori yang menyebutkan bahwa setiap hari kita seharusnya berjalan 7.000 langkah, sementara aktivitas kita sekarang banyak dibantu kendaraan,” ucap Cak Hasan yang juga sebagai Ketua Umum PB Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) itu.
Ketua Umum Pengprov FOPI Jawa Timur, Dwi Cahyo Kartiko menegaskan bahwa petanque merupakan olahraga yang inklusif dan dapat dimainkan oleh siapa saja. Dalam turnamen ini, setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk meraih kemenangan, sehingga tidak ada alasan untuk merasa pesimis.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Unesa dalam pengembangan olahraga petanque, sekaligus sebagai upaya memperkenalkan cabang olahraga tersebut kepada civitas yang lebih luas.

www.unesa.ac.id
Sementara itu, Pembina UKM Petanque Unesa, Nurkholis menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan prioritas pimpinan universitas yang mendorong seluruh elemen kampus untuk aktif bergerak tidak hanya FIKK tetapi seluruh fakultas.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dari turnamen ini akan dilakukan penjaringan sumber daya potensial yang dipersiapkan untuk ajang LPTK Cup mendatang, sejalan dengan keunggulan Unesa di bidang olahraga.
Partisipasi juga datang dari berbagai unit, salah satunya Labschool Unesa. Kepala Badan Labschool Unesa, Sujarwanto mengatakan bahwa pihaknya mengirimkan 12 delegasi untuk kategori double dan triple.

www.unesa.ac.id
“Kami ingin memasyarakatkan olahraga petanque sekaligus menjaga kebugaran para guru. Dengan kondisi fisik yang bugar, tentu akan berdampak pada peningkatan stamina, konsentrasi, dan kualitas layanan kepada siswa,” ujarnya.
Selain itu, Kampus 5 Magetan turut ambil bagian dalam turnamen ini. Perwakilan peserta, Yogi Sayuti menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antar sivitas akademika dari Kampus 1, 2, 3, hingga Kampus 5.
“Kami masih tergolong baru dalam olahraga ini karena lapangan petanque di Kampus 5 juga baru tersedia. Ke depan, kami berharap kegiatan ini bisa diagendakan secara berkala agar dosen dapat rutin berlatih dan mempererat kebersamaan antar unit atau lembaga di lingkungan Unesa,” ungkapnya.][
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: