
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Gemuruh sorak ratusan penonton seketika memecah kesunyian dini hari di Lapangan Rektorat, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus II Lidah Wetan, Surabaya. Di bawah sorot layar lebar, jajaran pimpinan, civitas akademika, dan masyarakat sekitar melebur tanpa sekat dalam acara Nonton Bareng (Nobar) laga perebutan tempat ketiga FIFA World Cup 2026 antara Inggris dan Prancis pada Minggu, 19 Juli 2026, dini hari.
Kegiatan nobar ini akan berlangsung hingga laga puncak atau final antara Spanyol vs Argentina pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari nanti. Bagi Unesa yang memiliki keunggulan di bidang olahraga, agenda yang dihadiri jajaran pimpinan, civitas, dan warga sekitar ini bukan sekadar panggung hiburan bersama.
Momentum olahraga terakbar empat tahunan ini sengaja dimanfaatkan sebagai sarana edukasi visual terbuka untuk membedah taktik, kedisiplinan, dan mentalitas bertanding dua tim raksasa dunia demi memicu kemajuan sepak bola nasional.

www.unesa.ac.id
Wakil Rektor II Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri menjelaskan bahwa kehadiran ratusan warga di tengah kampus merupakan bentuk komitmen Unesa untuk terus berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan sosial melalui olahraga. Namun, esensi terdalamnya adalah pada transfer pengetahuan taktis.
Baginya, piala dunia adalah momen langka. Di luar kegembiraan bersama warga sekitar, poin krusial lainnya yaitu mempelajari bagaimana timnas Prancis dan Inggris menata organisasi permainannya di lapangan.
“Sebagai kampus dengan keunggulan olahraga, kami berharap aspek taktis dan kedisiplinan yang tersaji di arena ini bisa diadopsi dan dikembangkan untuk memajukan sepak bola Indonesia," ujar guru besar pengambangan kurikulum Unesa itu.

www.unesa.ac.id
Guna menghidupkan atmosfer olahraga yang positif sebelum peluit pertama dibunyikan, Unesa bersama para mitra menyuguhkan rangkaian aktivitas interaktif, mulai dari tantangan mengolah bola (juggling challenge) hingga tebak skor. Laga sendiri berlangsung sengit, yang akhirnya dimenangkan oleh Inggris dengan skor 6-4 atas Prancis.
Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menekankan bahwa acara nobar ini menjadi jembatan diplomasi sosial yang efektif antara kampus dan publik. Melalui atmosfer olahraga, Unesa ingin meruntuhkan sekat menara gading akademik dan hadir langsung sebagai ruang interaksi yang hangat serta bersahabat bagi masyarakat umum.
Menurutnya, olahraga adalah bahasa universal yang paling cepat menyatukan manusia. Melalui agenda nobar yang didukung oleh berbagai mitra sponsor ini, Unesa ingin menunjukkan bahwa keunggulan bidang olahraga tidak hanya diimplementasikan dalam ruang perkuliahan atau laboratorium prestasi saja.

www.unesa.ac.id
“Namun, juga diwujudkan dalam bentuk ruang budaya olahraga (sport culture) yang inklusif dan memberikan dampak kegembiraan langsung bagi masyarakat," tutur guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa itu.
Antusiasme tinggi dirasakan oleh salah satu mahasiswa Teknik Informatika Unesa, Hafidz. Kehadirannya bersama rekan-rekan mahasiswa menjadi bukti bagaimana atmosfer kampus mampu dikemas menjadi lebih dinamis, sekaligus memperkuat rasa kepemilikan (sense of belonging) mahasiswa terhadap kampusnya melalui kegiatan yang kreatif.
Melalui sinergi nobar dini hari ini, Unesa kembali menegaskan perannya sebagai episentrum yang terus menghidupkan kultur olahraga di tengah masyarakat. Acara kebersamaan tersebut ditutup dengan pembagian hadiah dan dorprice bagi para peserta yang berhasil menganalisis dan menebak skor pertandingan secara tepat. ][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: