
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan Vanantara 2026 bertajuk “Gebyar Kampung Panci 2026: Rayakan Kebersamaan dengan Pesta Gizi di Sentra Panci” pada Minggu, 7 Juni 2026, di Desa Kebakalan, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Manajemen Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang dirancang tidak hanya sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui program edukatif dan pemberdayaan warga.
Vanantara 2026 bertujuan mengembangkan serta memperkuat identitas Kampung Panci sebagai kampung tematik yang menjadi ciri khas Desa Kebakalan. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui aktivitas kreatif dan edukatif, mempererat hubungan sosial antarwarga, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya gizi keluarga dan pola hidup sehat.

www.unesa.ac.id
Rangkaian kegiatan diawali dengan Lomba Hias Panci yang diikuti anak-anak tingkat sekolah dasar. Lomba tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memunculkan kreativitas dan imajinasi melalui media panci yang sekaligus merepresentasikan identitas Kampung Panci.
Hasil karya peserta dinilai langsung oleh Vinda Maya Setianingrum, dosen Ilmu Komunikasi Unesa yang bertindak sebagai juri. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal potensi lingkungan sekitar sekaligus mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas sejak dini.
Selain kompetisi kreatif, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Demo Masak Sehat yang disampaikan oleh Qorry Aina dosen Tata Boga Unesa. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi keluarga, teknik memasak yang lebih sehat, keamanan pangan, serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau.
“Pemenuhan gizi keluarga tidak selalu harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan diolah dengan cara yang tepat, masyarakat tetap dapat menyajikan makanan yang sehat, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Menurutnya, edukasi gizi perlu dilakukan secara berkelanjutan karena berperan penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
Sebagai bagian dari praktik edukasi, peserta diperkenalkan pada menu Tomato Egg Soup dengan jagung dan wortel. Menu tersebut dipilih karena mudah diolah, menggunakan bahan sederhana, serta memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk mendukung kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga.
Dalam kompetisi ini, peserta diajak untuk mengolah bahan makanan menjadi sajian sehat dan bergizi secara kreatif. Tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan memasak, lomba ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat interaksi sosial antarwarga.
Melalui serangkaian kegiatan ini, mahasiswa Marketing Communication Ilmu Komunikasi Unesa memperoleh pengalaman langsung dalam merancang dan mengelola sebuah kegiatan berbasis MICE. Di sisi lain, masyarakat mendapatkan manfaat melalui edukasi gizi, penguatan kreativitas, serta pengembangan identitas kampung tematik yang dimiliki Desa Kebakalan. [ ]
***
Penulis: Puput
Foto: Tim Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unesa
Share It On: