
Unesa.ac.id, SURABAYA—Keunggulan di bidang keolahragaan membuka peluang kolaborasi riset antara Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Victoria University, Australia. Peluang tersebut mencakup pengembangan riset bersama hingga mobilitas mahasiswa dan dosen di berbagai jenjang.
Potensi kolaborasi itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) dan sharing session di Gedung FIKK Kampus 2 Unesa Lidah Wetan, Jumat, 11 September 2026. Victoria University memiliki pengalaman penelitian pada bidang olahraga berperforma tinggi, fisioterapi, biomedis, hingga muskuloskeletal yang beririsan dengan keunggulan Unesa di bidang keolahragaan.
Dean of the Graduate Research School Victoria University, John Price, menjelaskan bahwa pengembangan riset di kampusnya tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Di kampus, kami tentu berusaha menghasilkan publikasi akademik, tetapi kami juga melihat bagaimana penelitian dapat memberikan pengaruh lebih besar kepada masyarakat,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi penelitian Victoria University periode 2022–2030. Universitas yang telah memasuki usia 110 tahun itu mengembangkan dua institusi riset utama dengan fokus pada bidang kesehatan serta teknologi, air, dan perkotaan. Penguatan institusi riset tersebut diarahkan agar penelitian lebih terfokus dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dalam konteks kerja sama dengan Unesa, olahraga menjadi salah satu bidang potensial karena berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Irisan kepakaran kedua perguruan tinggi tersebut membuka ruang pengembangan proyek riset bersama sekaligus peningkatan kapasitas peneliti muda.
Peluang kerja sama juga diarahkan pada mobilitas akademik mahasiswa dan dosen. Wakil Dekan I FIKK Unesa, Gigih Siantoro, mengatakan pengalaman internasional dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membuka akses terhadap studi lanjut dan penelitian.
“Mahasiswa perlu memiliki pola pikir global. Melalui kerja sama ini, mereka dapat melihat peluang studi lanjut, penelitian, dan pengalaman akademik di tingkat internasional,” katanya.

Kasubdit Partnership and Promotion Unesa Global Engagement (UGE), Slamet Setiawan, menilai pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Unesa dan Victoria University. Menurutnya, kedua perguruan tinggi memiliki perhatian yang sama terhadap pengembangan akademik, penelitian inovatif, dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Pertemuan ini menunjukkan peluang yang menarik untuk memperkuat hubungan kedua institusi. Kami memiliki komitmen yang sama dalam pengembangan akademik, penelitian inovatif, serta perspektif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan sivitas akademika,” ujar guru besar FBS Unesa itu.
Penjajakan tersebut membuka ruang bagi FIKK Unesa dan Victoria University untuk mengembangkan kolaborasi dari irisan kepakaran yang dimiliki, mulai dari riset olahraga dan kesehatan hingga mobilitas akademik. Arah tersebut sekaligus menempatkan penelitian bukan hanya sebagai produksi pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat. ][
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






