
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (FPsi Unesa) menggelar Visiting Professor Program 2026 bertema “Integrating Artificial Intelligence and Computational Modeling in Psychological Research” pada 6–10 April 2026.
Program yang dilaksanakan secara hybrid tersebut menghadirkan akademisi internasional dari Bond University, Ahmed Abdelhalim Moustafa Elsayed, serta Charli Sitinjak dari BINUS University.
Dekan Fakultas Psikologi Unesa, Diana Rahmasari, mengatakan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat kapasitas akademik dan inovasi riset psikologi di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap sivitas akademika mendapatkan wawasan baru mengenai perkembangan riset psikologi modern, khususnya yang terintegrasi dengan artificial intelligence dan computational modeling,” ujarnya.
Dalam program tersebut, peserta memperoleh penguatan terkait penyusunan artikel ilmiah bereputasi melalui pendekatan systematic review dan meta-analysis, strategi publikasi jurnal internasional bereputasi, hingga pengembangan kolaborasi riset lintas disiplin.
Selain itu, pembahasan mengenai neuroscience, machine learning, science communication, reproducible studies, hingga pengembangan kurikulum dan program joint degree turut menjadi fokus utama.
Ahmed Abdelhalim menekankan bahwa kebaruan penelitian serta kekuatan abstrak menjadi faktor penting dalam publikasi ilmiah internasional. Menurutnya, riset yang mengangkat konteks budaya lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik perhatian jurnal bereputasi dunia.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya dan karakteristik sosial yang unik. Itu bisa menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan penelitian psikologi yang relevan dan bernilai global,” katanya.

www.unesa.ac.id
Ia juga mendorong kolaborasi lintas bidang ilmu, termasuk computer science, machine learning, dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas analisis data penelitian psikologi. Menurutnya, integrasi teknologi dalam penelitian menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi perkembangan dunia akademik global.
Sementara itu, Charli Sitinjak menjelaskan bahwa penerapan AI dalam penelitian psikologi mampu membantu peneliti mengolah data dengan lebih cepat, efisien, dan akurat, baik pada ranah klinis maupun perilaku.
“Artificial intelligence bukan untuk menggantikan peneliti, tetapi menjadi alat yang membantu menghasilkan analisis yang lebih mendalam dan berbasis data,” ungkapnya.
Selain workshop dan diskusi akademik, kegiatan ini juga mencakup data papers workshop, curriculum matrix review untuk program magister, serta benchmarking program doktoral sebagai langkah peningkatan kualitas pendidikan dan riset di lingkungan fakultas.
Program Visiting Top Professor ini menjadi langkah strategis Fakultas Psikologi Unesa dalam meningkatkan publikasi internasional, memperluas jejaring akademik global, dan memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional.
Di sisi lain, kegiatan ini juga mendukung SDGs 5 melalui penguatan akses pendidikan yang inklusif, pengembangan kapasitas akademik tanpa diskriminasi gender, serta pemberdayaan sivitas akademika dalam lingkungan pendidikan yang berdaya saing global. [ ]
***
Penulis: Puput
Foto: Tim Fakultas Psikologi Unesa
Share It On: