Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Ekosistem Bisnis Unesa Berbuah Penghargaan ‘Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 Jatim’

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA—Pengelolaan bisnis kampus tidak berhenti pada bagaimana aset dan unit usaha dapat berjalan produktif. Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Badan Pengelola Usaha (BPU) juga membuka ruang bagi ide bisnis dan produk inovasi sivitas akademika untuk masuk ke dalam ekosistem usaha yang dikembangkan universitas.

Model pengelolaan bisnis tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 Jatim yang diterima Unesa melalui BPU pada ajang Surabaya Marketing Week 2026 (SMW 2026) di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya, pada 03 September 2026. SMW 2026 merupakan rangkaian dari Indonesia Marketing Festival 2026 yang diselenggarakan Markplus Corporation (MCorp).

Penghargaan tersebut diberikan atas pengelolaan unit bisnis kampus Unesa yang dinilai profesional, berorientasi pada pelayanan, dan memberikan kebermanfaatan bagi civitas, mitra dan masyarakat.

Direktur BPU Unesa, Mahendra Wardhana, mengatakan apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan aset dan layanan bisnis yang berdampak.

Selaian sebagai sebuah pengakuan, penghargaan ini—lanjutnya— menjadi semangat bagi BPU untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan unit bisnis dan aset secara profesional dan berorientasi pelayanan.

“Bagi kami, penghargaan ini adalah penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan aset dan layanan bisnis kampus,” ujarnya.

BPU Unesa menjalankan fungsi sebagai unit pengelola dan pengembang usaha milik universitas. Pengelolaan diarahkan pada aset, layanan, serta unit bisnis yang telah tersedia agar berjalan produktif, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi institusi.

Pada saat yang sama, BPU juga membuka ruang bagi ide bisnis maupun inovasi yang dihasilkan sivitas akademika, baik mahasiswa maupun dosen. Dukungan diberikan melalui penyediaan sarana, kerja sama pemanfaatan, serta pengelolaan proses komersialisasi.

Ekosistem tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi universitas. Lebih dari itu, ruang bisnis yang berkembang di lingkungan kampus dapat menjadi bagian dari proses pengembangan sivitas akademika.

Mahasiswa maupun dosen memiliki kesempatan untuk mengembangkan gagasan, menguji inovasi, membangun pengalaman kewirausahaan, sekaligus memanfaatkan layanan dan fasilitas bisnis yang tersedia di lingkungan Unesa.

Dengan perspektif tersebut, keberhasilan pengelolaan bisnis kampus tidak semata dilihat dari kinerja unit usaha, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan ruang tumbuh bagi inovasi dan aktivitas produktif sivitas akademika.

“Ekosistem bisnis menjadi titik temu antara pengelolaan aset universitas, pengembangan usaha, layanan kampus, serta penguatan kapasitas civitas akademik di dalamnya,” tandasnya.

Menurut Mahendra, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat berbagai inovasi civitas agar dapat diterapkan secara lebih luas. Dengan tata kelola usaha yang tepat, inovasi dari lingkungan kampus memiliki peluang memberikan dampak ekonomi sekaligus manfaat bagi civitas dan masyarakat.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk membuat setiap unit bisnis memiliki kondisi usaha yang lebih sehat. BPU Unesa menetapkan tiga fokus pengembangan, yakni meningkatkan efisiensi dan produktivitas setiap unit bisnis, memperluas jaringan kerja sama dengan mitra eksternal, serta memperkuat peran BPU dalam mendukung kemandirian finansial universitas. ][

***

Reporter: Puput

Editor: @zam*

Foto: Tim BPU Unesa