Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

BRIN dan FBS Bawa Karya Civitas Naik Level Agar Bisa Dimanfaatkan Masyarakat Luas

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Pengetahuan lokal yang lahir dari masyarakat dan dikembangkan melalui karya akademik maupun kreatif memiliki peluang untuk menjangkau publik yang lebih luas ketika terdokumentasi dengan baik. Untuk itulah, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi gelar Sosialisasi dan Coaching Clinic Program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL), pada Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar T4 Lantai 1 FBS Unesa, Kampus II Lidah Wetan, tersebut menjadi ruang pendampingan bagi sivitas akademika untuk mempersiapkan karya yang sesuai dengan kualifikasi program akuisisi pengetahuan lokal BRIN. Program tersebut mencakup karya dalam bentuk buku maupun audiovisual.

Dekan FBS Unesa, Syafi’ul Anam, mengatakan program akuisisi pengetahuan lokal sejalan dengan bidang kebudayaan yang menjadi salah satu bidang utama yang dikembangkan Unesa. Menurutnya, berbagai program studi di lingkungan FBS memiliki potensi untuk menghasilkan karya yang mengangkat pengetahuan dan kekayaan lokal.

“Program ini sangat relevan dengan bidang kebudayaan yang menjadi salah satu perhatian utama Unesa. Kami meyakini bahwa banyak karya dari dosen maupun mahasiswa FBS yang mengangkat pengetahuan dan kekayaan lokal yang perlu terus dioptimalkan,” ujarnya.

Potensi tersebut tidak hanya berasal dari karya akademik dalam bentuk buku. Berbagai program studi di FBS juga menghasilkan karya audiovisual melalui proses pembelajaran. Ke depan, FBS berharap skema akuisisi pengetahuan lokal dapat diperluas ke tingkat universitas sehingga karya dari fakultas lain juga memiliki peluang untuk dikembangkan dan diajukan.

PIC kegiatan, Zulidyana Dwi Rusnalasari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan dan diskusi antara FBS Unesa dan BRIN. Komunikasi tersebut kemudian diarahkan pada pendampingan bagi sivitas akademika dalam mempersiapkan karya yang sesuai dengan kualifikasi program BRIN.

Pendampingan dibagi dalam dua sesi. Sesi pagi berfokus pada karya berbentuk buku, khususnya monograf. Sementara sesi siang membahas karya audiovisual, termasuk berbagai produk kreatif yang berpotensi mengangkat pengetahuan lokal.

Menurut Zulidyana, potensi tersebut cukup besar karena luaran pembelajaran di sejumlah program studi FBS telah berbentuk produk audiovisual melalui pendekatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Selain Prodi Film dan Animasi, program studi seperti Pendidikan Sendratasik dan DKV memiliki mata kuliah yang menghasilkan karya audiovisual.

“Banyak mata kuliah yang memiliki output tugas akhir berupa audiovisual. Potensi inilah yang nantinya dapat disinkronkan dengan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal,” jelasnya.

Ketua Tim Penerbitan Ilmiah Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah (RMPI) BRIN, Dwi Wiratno Prasetijo mengapresiasi antusiasme dosen dan mahasiswa FBS Unesa. Sejumlah karya yang disampaikan peserta dinilai memiliki potensi untuk mengikuti program akuisisi.

Beberapa karya berbentuk buku bahkan dinilai telah siap untuk diajukan, sedangkan karya audiovisual masih dapat disempurnakan melalui pendampingan dan kurasi.

Ia melanjutkan, program akuisisi pengetahuan lokal BRIN bertujuan mendokumentasikan karya dalam bentuk buku maupun audiovisual yang memuat pengetahuan dari masyarakat, perguruan tinggi, maupun kelompok tertentu.

Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat sekaligus inspirasi bagi pengembangan riset. “Harapannya, pengetahuan lokal tidak hanya diwariskan dari mulut ke mulut, tetapi dapat terdokumentasi dalam bentuk buku dan audiovisual sehingga bisa lebih luas dimanfaatkan,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dekan FBS Unesa dan Direktur RMPI BRIN. PKS menjadi payung untuk melanjutkan pendampingan dan pengembangan karya dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa