
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA - Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan closing ceremony yang bertajuk ‘Ragam Budaya dalam Kebersamaan, Merajut Harmoni untuk Indonesia’ pada Kamis, 4 Juni 2026 di Auditorium, T14, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Kampus II Unesa Lidah Wetan.
Agenda tahunan tersebut menjadi penanda berakhirnya program pembelajaran BIPA periode 2025/2026 yang diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai benua, mulai dari Asia, Amerika, hingga Afrika. Mereka sukses mempelajari bahasa dan budaya Indonesia selama satu tahun penuh. Mahasiswa BIPA yang mengikuti upacara penutupan ini merupakan peserta program jalur reguler dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Kemeriahan panggung penutupan diwarnai dengan berbagai penampilan unjuk bakat budaya Indonesia oleh para mahasiswa asing dengan menampilkan lagu cinta luar biasa oleh Yang Hao, pembacaan puisi berjudul perahu kertas oleh Rajab Hamis Yusuph hingga pementasan tari Glipang.
Wakil Dekan bidang I Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Anas Ahmadi, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa asing yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa selama satu tahun penuh. Menurutnya program kolaborasi akademis maupun kultural ini tidak hanya menjadi simbol kelulusan, melainkan wadah penting untuk mempererat hubungan persahabatan antarnegara.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras semua pihak hingga program ini selesai, hubungan kultural ini sangat penting, dan kami berharap sinergi yang telah terbangun baik ini dapat terus berjalan dengan lancar dan berkelanjutan di masa yang akan datang,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subdirektorat Urusan Internasional Unesa, Asrori, menekankan bahwa program BIPA merupakan salah satu pilar krusial dalam mempercepat langkah Unesa menuju panggung internasionalisasi. Kehadiran mahasiswa asing dari berbagai benua dari tahun ke tahun menjadi bukti nyata bahwa Unesa semakin dikenal luas di ranah global.
“Kami berharap setelah lulus dan kembali ke negara masing-masing, kalian semua bisa menjadi agen internasionalisasi Unesa. Ceritakanlah pengalaman baik selama di sini agar keluarga, tetangga, dan teman-teman di sana ikut tertarik untuk datang belajar ke kampus ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BIPA Unesa, Octo Dendy Andriyanto, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian program pembelajaran tersebut memang dirancang secara komprehensif untuk memberikan pengalaman lintas budaya yang nyata dan mendalam bagi para mahasiswa asing selama belajar di Indonesia.
Melalui integrasi dengan FBS, mahasiswa BIPA tidak hanya belajar di kelas, tetapi turut mendapatkan pengalaman langsung dengan mengunjungi beberapa sekolah dan tempat bersejarah di Jawa Timur, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai agenda webinar.
“Seluruh rangkaian program pembelajaran ini memang kami rancang secara komprehensif untuk memberikan pengalaman lintas budaya yang nyata dan mendalam bagi para mahasiswa asing selama belajar di Indonesia,” jelasnya.
Momen puncak dari rangkaian kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kelulusan secara resmi kepada mahasiswa program reguler dan KNB. Untuk mahasiswa dari China, sertifikat diberikan kepada Meixi Liu, Xin'tong Zhao, Yang Hao, dan Guo Yuze.
Dari Korea Selatan, ada Pilchan Kim, Haeji Kim, Subin Hyun, Jaegeol Lee, dan Ahn Hyunjin. Kemudian ada Gabriela Michelle Larrea Sanchez (Ekuador), Mogatsabarwa Kenanao Mosweu (Botswana), Rajab Hamis Yusuph (Tanzania), dan Roda Ningbiakhoih Mate (India). [ ]
***
Reporter: Ajwa Elizia Alwi (FBS)
Editor: @rach*
Foto: Tim BIPA Unesa
Share It On: