Peningkatan pelayanan pendidikan perlu semakin dipacu untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas pendidikan. Salah satu upaya tersebut dengan diarahkannya beberapa sekolah yang telah dianggap mampu untuk menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) Sebagai sekolah standar nasional maupun internasional perlu memperhatikan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan Lingkup Standar Nasional Pendidikan yang meliputi 8 standar.

Pencapaian standar dilakukan melalui beberapa proses, salah satu diantaranya adalah standar sarana dan prasarana yang mensyaratkan adanya media dan sumber belajar di setiap satuan pendidikan. Media dan Sumber belajar yang terkelola dengan baik akan memberikan nilai tambah dalam belajar siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem yang tertata mengenai manajemen proses, sumber dan sistem terhadap sumber belajar tersebut.

Peran dan fungsi Media dan Sumber Belajar sebagai komponen sistem pembelajaran, mewadahi komponen media pembelajaran yang perlu di kembangkan oleh guru. Dalam beberapa hal, terutama berkaitan dengan kompetensi pedagodik guru yang tertuang dalam sertifikasi guru, banyak dijumpai kelemahan para guru dalam melakukan pengembangan media pembelajaran di sekolah. Pemberdayaan Sumber Belajar ini akan mendorong guru untuk memenuhi kompetensi tersebut.

Untuk mewujudkan hal itu, program studi S1 Teknologi Pendidikan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Pemberdayaan Media dan Sumber Belajar di Sekolah Standar Nasional" yang diadakan Sabtu 8 Maret 2008 di Hotel Satelit Surabaya.

Tujuan seminar ini adalah :
Meningkatkan pemahaman kelembagaan tentang pentingnya pemberdayaan sumber belajar dilingkungan sekolah.
Meningkatkan pemahaman dikalangan pengambil kebijakan dan pendidik disekolah tentang pemberdayaan sumber belajar di lingkungan sekolah.
Meningkatkan pemahaman pengembangan media pembelajaran oleh guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dalam sertifikasi profesi guru.

Seminar ini dibagi 2 sesi, dimana sesi pertama membahas "Kebijakan Pengembangan Kualitas Sekolah" yang dibawakan oleh Salamun, Phd (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur) dan Prof. Dr. H. Sunarto M.Sc. (Kepala Badan Akreditasi Sekolah Jawa Timur).
Sedang sesi 2 membahas "Pemberdayaan Pusat Sumber Belajar di Sekolah" oleh Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd. (Dit.Ketenagaan Dikti), Dr. Purwanto, M.Pd. (Pustekom Diknas) dan Drs. Karti Suharto, M.Pd. (Kepala PSB UNESA).

Diikuti 338 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur, ternyata acara ini mendapatkan respon yang luar biasa. Terbukti sampai sore peserta tetap setia mengikuti presentasi pembicara. Selain materi yang up to date, guru dan mahasiswa yang hadir seperti bertemu dengan seniornya dan mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru.

Seperti yang dikatakan salah satu peserta Warjito, guru SMP Muhammmadiyah 22 Mantup Lamongan, mengikuti acara ini selain mempersiapkan diri untuk sertifikasi guru juga ingin tahu pemberdayaan sumber-sumber belajar untuk memaksimalkan proses belajar.
Lain lagi dengan Shofi mahasiswa program studi Bahasa Indonesia, tertarik mengikuti seminar ini karena merasa pentingnya media belajar di sekolah setelah mengetahui kondisi di SMPN 4 Kediri dalam program PPL. (ari)

  • By Redaksi UNESA
  • 16 Maret 2008
  • 14905 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"