Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melepas wisudawan ke-63 kemarin. Bertempat di kampus Lidah Kulon, sebanyak 1.078 orang dinyatakan lulus. Sebanyak 11 wisudawan program doktor, 89 lulusan magister, 1.231 sarjana, 292 diploma, dan 85 lulusan program akta empat.

Dari jumlah lulusan itu, tidak sedikit mahasiswa yang mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu dan mendapat gelar sangat memuaskan (cum laude). Di program S-3, misalnya, terdapat 14 peraih cum laude.

Salah satu di antara wisudawan sangat memuaskan itu adalah Ahmad Idris Asmaradhani. Pria asal Jombang, 18 Oktober 1960 itu meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,72 lewat disertasinya soal pidato tokoh terkenal Amerika Serikat (AS) abad 20.

Terdapat sepuluh pidato tokoh AS yang dibahas dalam disertasi yang berjudul Classical Aristotelian Rhetoric Analysis of The American Speeches of The Twentieth Century. "Saya ingin meneliti kekuatan pidato Roosevelt. Itu salah satunya," katanya.

Dia mengaku takjub dengan Roosevelt. Tata bahasa semacam apa yang digunakan pria itu sehingga mampu mempengaruhi rakyat AS untuk mendukungnya. Selain Roosevelt, dia juga meniliti beberapa pidato tokoh lain. Misalnya, pidato John F. Kennedy serta pidato Martin Luther King Jr. pada 1963 mengenai masa depan AS tanpa diskriminasi warna kulit.

Dia mengatakan, terdapat 100 naskah pidato terbaik pilihan 137 profesor bidang retorika dan komunikasi di Negeri Paman Sam itu. "Saya memutuskan mengambil sepuluh yang terbaik," tegas pria yang juga dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Gresik (Ungres) itu.

Ahmad mendapatkan naskah pidato tersebut melalui situs pemerintah AS. Dia mengkopi naskah tersebut secara gratis lantaran memang sengaja ditampilkan pemerintah AS. Tujuan meneliti pidato tersebut adalah mencari kekuatan di balik ampuhnya seruan sang orator.

Di bawah bimbingan dua ahli bahasa Unesa, Prof Dr Abbas Achmad Badib MA dan drs Suwono BA, PhD, Ahmad akhirnya menemukan jawabnya. Kekuatan pidato tokoh-tokoh terkemuka tersebut terangkum dalam tiga hal. Yakni, logos (logika), patos (simpati), dan etos (harga diri). "Ketiga hal tersebut mengandung 70 persen gugahan semeangat," tuturnya.(ara)

Sumber : www.jawapos.com

  • By Redaksi UNESA
  • 28 Oktober 2007
  • 14431 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"