Ketika diminta untuk angkat tangan saat disebut nama fakultas asal oleh sang pembawa acara, ternyata, alumni FPBS atau FBS paling banyak jumlah yang hadir. Kontan, mereka diminta ke depan semua. Ruang kosong di depan penuh sesak. Alumni bahasa dan seni mendapatkan bingkisan 5 buku karya warga Unesa. Hadirin sontak bertepuk tangan. "Wah, bingkisan diborong orang bahasa dan seni," ujar salah satu peserta dari fakultas lain.

Itulah suasana riuh dalam Temu Alumni Unesa (IKIP Surabaya) pada Minggu, 6 Januari 2013 di gedung Gema Kampus Ketintang Unesa. Acara dihadiri sekitar 400 alumni yang datang secara bergelombang. Panitia bidang konsumsi yang sedianya menyiapkan 300 porsi otomatis menambah menjadi 500 porsi. "Saya puas dengan acara ini," ujar Heni salah satu alumni FT itu. Pihak panitia juga puas. "Ini awal yang baik untuk mendinamisasikan alumni agar tetap cinta kepada almamaternya," kata Satria Darma selaku ketua panitia Temu Alumni.

Ketua harian IKA Unesa, Dr. Suryanto, M.Pd. dalam sambutannya menyebutkan bahwa IKA Unesa harus berkembang seperti IKA Perti lain. "Kita harus tumbuh dan berkembang seperti IKA perguruan tinggi lain yang maju lebih dahulu," ujarnya. Asalkan bersatu, konsisten, dan bervisi jelas, tentu, IKA Unesa dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi semua. Dalam kesempatan Temu Alumni itu juga diadakan diskusi tentang kewirausahaan yang menghadirkan direktur Bank UMKM Jawa Timur, wakil walikota Surabaya, dan alumni lainnya. (Tt/syt)

  • By Redaksi UNESA
  • 07 Januari 2013
  • 939 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"