Pendidikan bagi anak disabilitas (luar biasa) di negara baru Timor Leste masih jauh tertinggal dibandingkan dengan pola pendidikan serupa di Indonesia. Kemarin, (11/7) di ruang sidang lt2, rombongan tim pendidikan anak disabilitas yang dipimpin deputi menteri Sosial Timor Leste mengunjungi Unesa untuk bekerja sama dalam penanganan pendidikan luar biasa itu. Rombongan diterima oleh PR 1 Unesa dan didampingi para dekan.

Mr. Antonio Noronha (asisten menteri sosial Timor Leste) sebagai pemimpin delegasi mengatakan bahwa Timor Leste ingin belajar tentang pengembangan ilmu dan SDM di bidang diasabilitas dari Unesa. "Kami memerlukan pola penanganan khusus berkaitan dengan anak disabilitas", ujarnya. Unesa merespon keinginan itu. FIP melalui Jurusan Pendidikan Luar Biasa ditunjuk untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. "Semua kendala harus dieliminasi oleh kedua belah pihak, seperti kendala bahasa dan tempat tinggal," ujar Bu Kisyani selaku PR 1 Unesa.

Kedua belah pihak sepakat untuk saling bekerja sama dalam meningkatkan pendidikan bagi anak disabilitas. Di akhir acara, kedua belah pihak saling memberikan cendera mata. Unesa memberikan sejumlah buku karya warga Unesa. (Yoyo/syt)

  • By Redaksi UNESA
  • 12 Juli 2012
  • 853 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"