Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan mewajibkan guru untuk mengikuti uji kompetensi. Untuk tahun
ini, uji kompetensi bagi guru bersertifikat diikuti 1.020.000 guru di
jenjang TK-SMA/SMK sederajat. Uji kompetensi itu akan dilaksanakan pada Juli--September 2012.

Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud, Syawal
Gultom, di Jakarta, Senin (9/7/2012), mengatakan, uji kompetensi guru
bersertifikat yang pertama untuk guru SMP.

Sampai saat ini,
terdata 3.000 lokasi ujian. "Lalu nanti bergantian yang TK, SD, dan
SMA/SMK sampai September. Sekarang, guru-guru yang harus ikut uji
kompetensi sedang diverifikasi," kata Syawal.

Terkait adanya
ancaman boikot sejumlah organisasi guru, Syawal meminta guru untuk tidak
khawatir dengan uji kompetensi ini karena tujuannya untuk pemetaan,
bukan kelulusan atau berkaitan dengan pembayaran tunjangan profesi guru. "Uji
kompetensi guru wajib buat guru. Yang tidak ikut rugi karena nanti
tidak memiliki dasar untuk pembinaan yang juga sebagai syarat untuk
penilaian kinerja guru yang dimulai tahun 2012," ujar Syawal.

Unifah
Rosyidi, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan
Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemendikbud,
menambahkan, pihaknya membuat 189 model bidang studi. Di antaranya, 121
bidang keahlian di SMK. Untuk tiap model dibuat tiga paket, baik yang secara online maupun offline. "Cara ini untuk mencegah kecurangan di antara para guru," ujar Unifah.

Menurut
Unifah, uji kompetensi guru ini memang menilai kemampuan pedagogik dan
profesional. Namun, data uji kompetensi guru hanya sebagai data awal. Nanti,
dalam penilaian kinerja guru ada empat kompetensi guru, mulai dari
kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial juga dinilai
secara berkala oleh kepala sekolah, guru senior, dan pengawas.

(Kompas.com/syt-Humas)

  • By Redaksi UNESA
  • 09 Juli 2012
  • 2588 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"