Permasalahan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) antara lain adalah permasalahan pendidik, seperti kekurangan jumlah (shortage), distribusi tidak seimbang (unbalanced distribution), kualifikasi di bawah standar (under qualification), kurang kompeten (low competencies), serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu (mismatched).


Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh, terutama dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, agar daerah 3T dapat segera maju bersama sejajar dengan daerah lain. Hal inilah yang menjadi perhatian khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengingat daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI.


Program SM-3T sebagai salah satu Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia ditujukan kepada para Sarjana Pendidikan yang belum bertugas sebagai guru untuk ditugaskan selama satu tahun pada daerah 3T. Program SM-3T dimaksudkan untuk membantu mengatasi kekurangan guru, sekaligus mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri, dan memiliki sikap peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa untuk mencerdaskan anak bangsa, agar dapat maju bersama mencapai cita-cita luhur seperti yang diamanahkan oleh para pendiri bangsa Indonesia.


Di Unesa pendaftaran program SM-3T masih diperpanjang hingga 14 November 2011. Prof. Dr. Kisyani, M.Hum. menyatakan bahwa program ini dapat diikuti oleh seluruh Sarjana Pendidikan dari jurusan/ program studi apapun. Tidak harus sarjana yang program studinya sesuai dengan program yang dibuka di Unesa, namun demikian program studi tersebut masih satu rumpun. Mereka yang program studinya tidak dibuka di Unesa akan diarahkan untuk mengikuti program studi terdekat, misalnya program studi Teknologi Pendidikan (TP) bisa diarahkan pada program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).


Seperti yang telah dirilis sebelumnya bahwa Unesa mendapat kuota 466 dengan rincian kuota sebagai berikut.


Pendidikan Kewarganegaraan: 11
Pendidikan Bahasa Indonesia: 12
Pendidikan Bahasa Inggris: 15
Pendidikan Matematika: 19
Pendidikan Fisika: 15
Pendidikan Biologi: 14
Pendidikan Sejarah: 12
Pendidikan Geografi: 12
Pendidikan Seni Budaya: 44
Pendidikan Ekonomi: 5
Bimbingan Konseling: 13
Pendidikan Jasmani: 15
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): 52
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD): 227


Program SM-3T ini berbeda berbeda dengan program S-1 KKT, keunggulan program SM-3T ini adalah setelah diterjunkan mendidik anak-anak di pelosok negeri, guru-guru tersebut akan mendapatkan beasiswa penuh program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Unesa. Kini gedung PPG berlantai 9 di kampus Lidah Wetan Unesa tengah dibangun untuk menampung mahasiswa program pendidikan profesi tersebut.


Anda yang berminat bergabung dalam program ini silakan mendaftarkan diri secara langsung di gedung E-2 BAAKPSI Kampus Ketintang Unesa. Pendaftaran program SM-3T ini tidak dilakukan secara online seperti program S-1 KKT. Ketentuan syarat dan info lengkap tentang program ini di Unesa dapat Anda peroleh di tautan info dan pengumuman yang ada di bagian bawah laman ini. Silakan unduh berkas (file) untuk mendapatkan info selengkapnya. Sampai jumpa di kampusnya guru bangsa, Unesa. (Bayu_Humas Unesa)


  • By Redaksi UNESA
  • 09 November 2011
  • 2797 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"