Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

BEM FK Unesa Hadir dari Rumah ke Rumah Warga, Beri Layanan Kesehatan Gratis dan Bangun Kesadaran Cegah Penyakit

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. PONOROGO—Membangun kesadaran hidup sehat tidak cukup dilakukan melalui penyuluhan sesaat. Dibutuhkan kedekatan dengan masyarakat agar edukasi benar-benar dipahami dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Berangkat dari pendekatan tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menghadirkan program live-in sebagai model pengabdian yang memadukan edukasi, pendampingan, dan pelayanan kesehatan langsung di tengah masyarakat.

Pendekatan itu diwujudkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Unesa melalui Live-In Adhiwira Warasing Desa 2026 di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, pada 30–31 Juli 2026. Program live-in perdana tersebut menghadirkan edukasi kesehatan dari rumah ke rumah (door to door), pemeriksaan kesehatan gratis, serta menjadi langkah awal pengembangan desa binaan yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif.

Ketua BEM FK Unesa, Muhammad Attar Firdaus Azri, mengatakan bahwa program tersebut lahir dari keinginan mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu kesehatan secara langsung sekaligus memperkuat peran calon tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat.

"Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kedekatan sehingga edukasi yang diberikan dapat diterima dengan lebih efektif. Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya mencegah penyakit sebelum menjadi lebih serius," ujarnya.

Menurutnya, konsep live-in dipilih karena memberikan ruang interaksi yang lebih intens dibandingkan kegiatan bakti sosial yang bersifat sesaat. Dengan hadir bersama warga, mahasiswa dapat memahami kondisi kesehatan masyarakat secara lebih utuh sekaligus menghadirkan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.

Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa menjalankan berbagai program, mulai dari ‘Sowan Dusun’ berupa edukasi kesehatan dari rumah ke rumah kepada warga dan perangkat desa, aksi bersih lingkungan, hingga program unggulan Jebeng Sehat yang menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.

Koordinator pelaksana, Hanifah Ash Sholihah Habiballoh, menjelaskan bahwa pendekatan door to door dipilih agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama kelompok lanjut usia yang memiliki keterbatasan untuk datang ke lokasi pemeriksaan.

"Melalui metode door to door, kami dapat menjangkau warga, terutama lansia yang kesulitan datang ke lokasi pemeriksaan. Kami juga bisa berdialog secara langsung sehingga edukasi kesehatan terasa lebih personal dan mudah dipahami," katanya.

Program Jebeng Sehat memberikan layanan pemeriksaan antropometri, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, hingga konsultasi kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan masing-masing warga. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah empati, kemampuan komunikasi, serta kepekaan sosial sebagai calon tenaga kesehatan.

Kepala Desa Jebeng, Budiono, mengapresiasi inisiatif mahasiswa FK Unesa yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya pencegahan penyakit. "Harapannya, kesadaran warga untuk menjaga kesehatan terus meningkat sehingga dapat mewujudkan desa yang lebih sehat dan sejahtera," tuturnya.

Ke depan, BEM FK bersama Fakultas Kedokteran Unesa akan mengembangkan program tersebut menjadi desa binaan agar pendampingan kesehatan tidak berhenti pada kegiatan dua hari, tetapi berlanjut melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara kampus dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pengabdian mahasiswa diharapkan tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat yang berkelanjutan di tingkat desa. ][

***

Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)

Editor: @zam*

Foto: Tim BEM FK Unesa

Terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):