
Unesa.ac.id. SURABAYA—Hasil penelitian perguruan tinggi tidak lagi cukup berhenti sebagai publikasi ilmiah. Agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat hilirisasi riset melalui berbagai inovasi yang siap diterapkan.
Upaya tersebut kembali mendapat pengakuan setelah 16 proposal riset Unesa lolos pendanaan Program Hilirisasi Riset Tahun 2026 dari Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Keberhasilan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem riset di Unesa, sekaligus mempercepat transformasi hasil penelitian civitas menjadi inovasi yang memiliki kontribusi, nilai guna dan daya saing. Pendanaan yang diperoleh diharapkan menjadi jembatan agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi berkembang menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat maupun mitra industri.
Direktur Direktorat Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah (IPPI) Unesa, Nadi Suprapto, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya budaya inovasi di lingkungan kampus. Menurutnya, ukuran keberhasilan riset saat ini tidak hanya ditentukan oleh luaran akademik, tetapi juga sejauh mana hasil penelitian mampu diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata.
"Pendanaan ini menunjukkan bahwa riset-riset Unesa memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh hingga menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan mitra industri. Kami terus mendorong para peneliti untuk membawa hasil riset menuju tahap implementasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak hadir secara instan. Direktorat IPPI secara konsisten melakukan pendampingan kepada para peneliti, mulai dari penyusunan proposal, penguatan kualitas inovasi, hingga pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak agar hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk dihilirkan.
Berdasarkan data Direktorat IPPI Unesa, dari 16 proposal yang memperoleh pendanaan, sebanyak 11 proposal berasal dari skema Hilirisasi Riset Ajakan Industri, yang terdiri atas delapan proposal baru dan tiga proposal lanjutan tahun kedua. Selain itu, satu proposal lolos melalui skema Hilirisasi Riset Dorongan Teknologi, sedangkan empat proposal lainnya memperoleh pendanaan melalui skema Sinergi 2026.
Pada skema Hilirisasi Riset Ajakan Industri 2026, delapan dari 17 proposal yang diajukan berhasil memperoleh pendanaan. Sementara itu, tiga dari enam proposal lanjutan tahun kedua dinyatakan lolos, satu proposal pada skema Dorongan Teknologi berhasil memperoleh pendanaan, dan empat dari 28 proposal yang diajukan melalui skema Sinergi 2026 juga berhasil melewati seleksi nasional.
Menurut Nadi, berbagai capaian tersebut memperlihatkan semakin meningkatnya kesiapan para peneliti Unesa dalam mengikuti skema pendanaan yang kompetitif sekaligus membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.
"Direktorat IPPI berkomitmen memberikan pendampingan agar para peneliti memiliki kesiapan menghadapi berbagai skema pendanaan kompetitif. Harapannya, semakin banyak hasil penelitian Unesa yang dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat," katanya.
Melalui capaian tersebut, Unesa terus membangun ekosistem riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga inovasi yang siap dihilirkan, diterapkan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dunia usaha, serta dunia industri. ][
***
Penulis: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






