Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Belajar dan Berkontribusi Bersama Masyarakat, 561 Mahasiswa Unesa Jalani KKNT di Nganjuk, Bupati: Energi Baru Perkembangan Desa

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Sebanyak 561 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membawa pengetahuan dari ruang kuliah ke 37 desa di Kabupaten Nganjuk. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), mereka tidak hanya dituntut menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga membaca kebutuhan masyarakat dan mengembangkan solusi berbasis kolaborasi dan potensi lokal.

Mahasiswa tersebut ditempatkan di 17 kecamatan melalui dua skema kegiatan. Skema Regular/Tematik berbobot 10 SKS berlangsung pada 10 Agustus–25 September 2026 di sembilan kecamatan dan 20 desa. Sementara Skema Terintegrasi/Extended berbobot 20 SKS berlangsung hingga 11 Desember 2026 di delapan kecamatan dan 17 desa.

Program tersebut dibuka secara resmi di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Kantor Bupati Nganjuk, Rabu, 13 Agustus 2026. Pembukaan dilakukan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang juga merupakan alumni Unesa, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Bambang Sigit Widodo serta jajaran perangkat daerah dan dosen pembimbing lapangan.

Pemilihan Nganjuk sebagai lokasi KKNT diarahkan pada kesesuaian antara potensi wilayah dan keilmuan yang dimiliki Unesa. Bidang yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, pertanian, UMKM, hingga pengembangan teknologi tepat guna.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Bambang Sigit Widodo, mengatakan mahasiswa perlu menjadikan KKNT sebagai ruang untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus belajar dari masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut dibangun dengan tiga prinsip, yakni menghormati kearifan lokal, berpikir ilmiah dan berbasis data, serta menghasilkan inovasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kehadiran Unesa di Kabupaten Nganjuk hari ini tidak datang dari ruang hampa. Program pengabdian ini berpijak pada rekam jejak yang kuat dan teruji di tingkat nasional. Kami berharap standar kualitas pemberdayaan masyarakat yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di bumi Anjuk Ladang,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar kehadiran mahasiswa di desa tidak berhenti pada aktivitas sementara. Pengetahuan yang dibawa dari kampus diharapkan dapat bertemu dengan kebutuhan dan potensi yang telah dimiliki masyarakat setempat.

Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Sebagai alumni Unesa, ia menilai mahasiswa dapat menjadi penghubung antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat.

“Kalian adalah duta ilmu yang diharapkan mampu menyatukan teori dan praktik di tengah masyarakat. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari warga, berbakti dengan hati, dan menghasilkan karya yang bermanfaat nyata,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan energi baru bagi masyarakat Nganjuk sekaligus menjadi pengalaman yang membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

Program KKNT ini juga melanjutkan rekam jejak pengabdian kampus yang dikenal memiliki kekuatan dalam pemberdayaan masyarakat. Sebelumnya, Unesa meraih Juara 1 Nasional Kategori Perguruan Tinggi Negeri dalam Mandaya Awards 2025 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI.

Dengan dimulainya KKNT tersebut, 561 mahasiswa Unesa kini memasuki ruang belajar yang berbeda: masyarakat. Di sana, keberhasilan program tidak hanya diukur dari apa yang dapat mereka kerjakan, tetapi juga dari seberapa jauh ilmu yang dibawa mampu bertemu dengan kebutuhan dan menghasilkan manfaat bagi warga. ][

***

Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa