
Unesa.ac.id. SURABAYA— Memasuki dunia kerja, kemampuan mahasiswa tidak cukup hanya ditunjukkan melalui ijazah dan pengalaman. Cara menerjemahkan kompetensi ke dalam dokumen lamaran hingga menghadirkannya secara meyakinkan dalam wawancara menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak masa kuliah.
Kebutuhan tersebut menjadi fokus Seminar Persiapan Karier Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertema “Bikin CV Makin Stand Out, Tampil Lebih Pede Saat Interview” di Auditorium Lantai 11, Kampus II Lidah Wetan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Unesa Career Fair yang dijadwalkan berlangsung September mendatang.
Kepala Seksi Pengembangan Karier Mahasiswa Unesa, Meita Santi Budiani, mengatakan persiapan memasuki dunia kerja perlu dilakukan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan menyusun Curriculum Vitae (CV) sebagai dokumen yang memperkenalkan kompetensi diri kepada calon pemberi kerja.
“Berkas administrasi seperti Curriculum Vitae (CV) merupakan representasi kompetensi diri di hadapan rekruter,” ujarnya.
Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi juga membangun kombinasi hard skill dan soft skill melalui pengalaman selama kuliah. Pengalaman organisasi, magang, proyek, maupun aktivitas pengembangan diri perlu diterjemahkan menjadi kompetensi yang dapat ditunjukkan ketika memasuki proses rekrutmen.
Pembekalan tersebut diperkuat melalui materi dari Kinobi yang membahas penyusunan CV yang dapat terbaca oleh Applicant Tracking System (ATS), yakni sistem yang digunakan dalam proses penyaringan awal dokumen pelamar.
Mahasiswa diperkenalkan pada cara menyusun CV secara lebih terstruktur, mulai dari menampilkan pengalaman yang relevan hingga menjelaskan kontribusi melalui capaian yang terukur. Penyusunan CV juga perlu memperhatikan keamanan data dengan tidak mencantumkan informasi pribadi yang tidak diperlukan, seperti nomor identitas dan alamat lengkap.

Materi tersebut sekaligus mengingatkan mahasiswa bahwa CV bukan sekadar daftar riwayat pendidikan dan pengalaman. Dokumen tersebut perlu mampu menunjukkan apa yang pernah dikerjakan, keterampilan yang dimiliki, dan kontribusi yang dihasilkan.
Untuk mendukung proses persiapan tersebut, Unesa bersama Kinobi juga menyediakan Karir Portal Unesa. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa melakukan penilaian mandiri terhadap kelayakan CV sekaligus mengakses peluang magang.
Dengan demikian, persiapan karier tidak berhenti pada seminar, tetapi dapat dilanjutkan melalui fasilitas yang tersedia selama mahasiswa menjalani perkuliahan.
Selain kemampuan administratif, mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri menghadapi tahapan wawancara. Kemampuan menjelaskan pengalaman, menunjukkan kompetensi, dan menyampaikan potensi diri menjadi bagian yang melengkapi dokumen lamaran ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan rekruter.
Bagi Unesa, penguatan kesiapan karier menjadi bagian dari upaya mempertemukan proses pendidikan dengan kebutuhan setelah mahasiswa menyelesaikan studi. Pengalaman akademik dan nonakademik yang diperoleh selama kuliah diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas kampus, tetapi dapat menjadi modal ketika lulusan memasuki dunia profesional.
Persiapan tersebut menjadi semakin relevan menjelang Unesa Career Fair pada September mendatang. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk membawa pengalaman dan kompetensi yang telah dibangun selama kuliah ke ruang pertemuan langsung dengan dunia kerja. ][
***
Reporter: Dinda Aulia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






