Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Banting Tulang Terbayar Tuntas, Kisah Dini Yusa Rachman Menjadi Adiwisudawan Unesa

bnr-arrow-1-1.png

Ketika titik terendah perkuliahan membuatmu ingin melepas semuanya. Ingatlah kembali berapa banyak pengorbanan yang sudah dikeluarkan untuk membawamu sampai di titik ini. Jangan biarkan kondisi sementara menghancurkan impian. Bangkitlah, bukan cuma untuk dirimu, tapi untuk senyum mereka yang menunggumu di garis finish.

Unesa.ac.id. SURABAYA—Di antara dentang mesin jahit ibunya di sebuah gang Dinoyo dan lembar riset tentang perempuan pekerja pabrik, Dini Yusa Rachman menenun jalannya menuju panggung akademik. Lulusan Program Studi S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ini resmi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Wisuda ke-122 dengan IPK 3,87.

Pencapaian tersebut tidak lahir dari jalan yang mudah. Ketika kondisi ekonomi keluarganya sempat berada di titik terendah, Dini pernah berada di persimpangan jalan dan hampir mengubur mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, didorong tekad kuat untuk mengubah keadaan, perempuan asal Dinoyo ini memberanikan diri mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi hingga akhirnya diterima di Unesa.

Bagi Dini, kesempatan berkuliah di tengah keterbatasan finansial adalah amanah besar yang harus dibayar tuntas. Alasan itulah yang membuatnya harus bekerja ekstra keras selama masa studi. Sepulang kuliah, ia tidak lantas beristirahat, melainkan membanting tulang membantu pekerjaan jahit sang ibu, menjadi tutor privat untuk menambah biaya hidup, hingga tetap aktif melatih kepemimpinan di organisasi kemahasiswaan.

Pengalaman nyata membagi waktu antara tuntutan kuliah, pekerjaan sampingan, dan beban ekonomi keluarga itu kemudian melahirkan karya tugas akhir yang sangat personal sekaligus ilmiah.

Dini menyusun skripsi bertajuk “Strategi Work-Life Balance Perempuan Pekerja Pabrik Benang Desa Sidorogo Kabupaten Sidoarjo” guna membedah daya tahan para perempuan pekerja dalam mengelola waktu dan peran ganda.

"Saya melihat sendiri bagaimana para perempuan pekerja berjuang menyeimbangkan hidup di tengah keterbatasan. Pengalaman membantu orang tua dan bekerja sejak kuliah mengajarkan saya bahwa selama kita mau tekun dan jujur menjalani proses, selalu ada jalan untuk melangkah lebih jauh," ungkap Dini Yusa Rachman.

Kepekaan sosial dan daya juang tersebut berjalan seiring dengan rekam jejak prestasinya di kampus. Dini dipercaya memimpin Divisi Pengembangan Sumber Daya Organisasi Civic Study Club, menginisiasi program edukasi kebangsaan ke sekolah-sekolah, mengamankan pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sebesar Rp4,5 juta, serta menembus semifinalis bluChamp Business Case Competition Jawa Timur 2024.

Kini, Dini mulai meniti karier sebagai sekretaris pemasaran di industri periklanan sembari menyiapkan tabungan dan pemikiran untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Perjalanan Dini Yusa Rachman menjadi tambahan bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah, melainkan pijakan terkuat untuk berjuang dan menggapai apa yang dicita-citakan. ][

***

Reporter: Saputra

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa