
Kyla Soegieharto dan Endang Ceisa Zahra Putri, siswa kelas XI SMA Labschool Unesa 1 Surabaya menerima penghargaan setelah meraih jaura 1 kompetisi poster digital ajang History Week 2025 yang diselenggarakan Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Unesa.ac.id., SURABAYA—Dua siswa SMA Labschool Unesa 1 Surabaya berhasil menyabet juara 1 kompetisi poster digital ajang History Week 2025 yang diselenggarakan Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah, Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta pada 23-22 Oktober 2025.
Siswa peraih prestasi tersebut adalah Kyla Soegieharto dan Endang Ceisa Zahra Putri, kelas XI.
Endang Ceisa Zahra Putri menceritakan ide di balik karya timnya yang berjudul “Tradisi ke Industri: Peran Perempuan dalam Pewarisan, Perkembangan, dan Citra Industri Jamu di Jawa (8–20 Masehi).”
Ide tersebut lahir dari ketertarikan mereka terhadap peran perempuan yang jarang disorot dalam sejarah industri jamu. Sejak masa kolonial, jamu berkembang dari praktik istana menjadi industri rumahan yang menyebar ke berbagai daerah.
Perempuan menjadi figur sentral dalam melestarikan pengetahuan tradisional, meramu obat herbal, dan menggerakan ekonomi rumah tangga melalui industri jamu tradisional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keberhasilan industri jamu tidak hanya terkait obat-obatan tradisional, tetapi juga erat dengan kebijakan ekonomi, kesadaran publik, dan kontribusi perempuan sebagai penjaga pengetahuan lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Kyla Soegiharto menceritakan pengalamannya selama berkompetisi, timnya sempat merasa tegang dan khawatir dalam presentasi dan menjawab pertanyaan dari dewan juri.
“Pada saat final, kami sempat merasa tegang dan khawatir. Namun setelah menjawab pertanyaan juri dengan tepat, kami merasa lega dan percaya diri. Intinya memang tidak perlu takut gagal. Dari proses itulah, kami belajar hal-hal yang tidak didapat dari buku. Yang penting kami lakukan dengan sepenuh hati, maka semua bisa tercapai,” jelasnya.
Kepala Badan Pengelola Labschool Unesa, Sujarwanto merasa bangga dengan pencapaian para siswanya tersebut.
Menurutnya itu merupakan buah dari kerja keras dan latihan siswa yang didukung penuh sekolah. “Ini merupakan buah dari gebrakan dan komitmen sekolah dalam memfasilitasi siswa-siswi yang memiliki kompetensi tinggi,” ucapnya.
Labschool Unesa mendorong siswa untuk menunjukkan karyanya melalui riset, proyek, maupun mengikuti kompetisi lomba baik nasional maupun internasional.
Dengan capaian siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah, hal ini menambah motivasi, semangat untuk terus berkarya dan menunjukkan jati dirinya.
“Ke depan, Labschool Unesa akan terus membina siswa agar menjadi penguat sumber daya manusia yang kelak menjadi pemimpin bangsa nantinya,” jelasnya.
Kepala SMA Labschool Unesa 1 Surabaya, Dewi Purwanti, menyatakan bahwa sekolah terus mendorong siswa untuk mengembangkan minat dan bakat dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam menumbuhkan bibit-bibit siswa berprestasi, sekolah menerapkan budaya positif yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa serta pembinaan karakter yang kuat.
Baginya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor dan motivator yang mendorong siswa untuk berani berpikir kritis, berkreasi, dan berkompetisi.
“Untuk seluruh siswa SMA Labschool Unesa 1, saya berharap mereka tidak takut bermimpi besar dan terus berusaha mengembangkan diri. Setiap prestasi adalah langkah menuju masa depan yang gemilang, baik bagi individu maupun bagi nama baik sekolah,” harapnya.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: